Pembengkakankelenjar getah bening di leher dan ketiak; dan; Demam yang tidak terlalu tinggi (38,4 o C). Penyebab Radang Kelenjar Susu. 1-3% Ibu menyusui mengalami radang kelenjar susu. Pembengkakan dan pengosongan payudara tidak sempurna dapat membuat kondisi Mastitis semakin memburuk. Ada dua penyebab Mastitis yang menyebabkan infeksi bakteri. 1. Sistemkami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS pengeluaran susu dari kelenjar. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan Pengeluaransusu dari kelenjar susu, menyusui: Laktasi: Pertanyaan TTS Terkait. ongkos pengeluaran surat perintah pengeluaran uang susunan merek susu. TTSpedia merupakan situs terlengkap dan terbaik untuk memecahkan teka teki silang. Kenapa? TTSpedia memuat lebih dari 61.688 data pertanyaan dan jawaban TTS. Halini bisa memicu terjadinya radang kelenjar susu. 6. Berhenti menyusui dengan cepat atau mendadak. Ketika bepergian, bayi bisa merasa lapar sehingga ibu harus menyusuinya. Namun, jika ibu berhenti menyusui dengan cepat atau mendadak maka pengosongan ASI di payudara pun menjadi tidak sempurna dan memicu ibu berisiko mengalami mastitis. . 0% found this document useful 0 votes274 views8 pagesDescriptionkelenjar susuCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes274 views8 pagesMakalah Pertumbuhan Kelenjar SusuJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Radang kelenjar susu atau mastitis merupakan inflamasi yang ditandai dengan nyeri dan tersumbatnya kelenjar susu. Umumnya, hal ini terjadi di masa awal menyusui, sekitar 2-3 minggu pertama pasca melahirkan. Penyebab utamanya adalah bakteri. Ditambah dengan kondisi payudara yang belum kosong sepenuhnya usai menyusui si kecil, yang kemudian menyebabkan saluran kelenjar susu tersumbat, muncul peradangan, nyeri, demam dan bahkan bisa berujung pada Bunda sedang hamil, tidak ada salahnya menambah informasi dan pengetahuan seputar menyusui yang tepat agar terhindar dari mastitis. Namun, jika Bunda baru saja melahirkan si kecil dan kini tengah mengalami masalah tersebut, tak perlu khawatir. Artikel berikut akan menjelaskan penyebab mastitis, gejalanya, sekaligus cara kelenjar susu pada ibu menyusui Saat periode menyusui si kecil, Bunda perlu waspada ketika payudara terasa keras di salah satu bagian dan terasa sakit. Ini merupakan salah satu gejala awal mastitis. Istilah lain yang kerap digunakan terkait radang kelenjar susu adalah mastitis laktasi. Melansir dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI, setidaknya sekitar 3% - 20% perempuan yang sedang menyusui mengalami radang kelenjar susu ini. Dampak mastitis bisa serius karena menyebabkan produksi ASI menurun, proses penyusuan terpaksa berhenti, dan si kecil pun tidak lagi memperoleh ASI seringkali terjadi pada ibu nifas akibat cara menyusui yang kurang tepat. Misalnya, teknik perlekatan yang salah dapat menyebabkan pengosongan payudara jadi kurang maksimal. Kondisi ini bisa terjadi dalam waktu beberapa hari setelah melahirkan dan menyusui. Lalu akan sembuh sesuai dengan tingkat keseriusan mastitis yang dialami. Tak jarang mastitis bisa mereda dalam waktu yang singkat. Namun, ada juga yang berlangsung hingga beberapa bulan. penyebab radang kelenjar susu Berikut ini beberapa penyebab mastitis yang perlu Bunda ketahuiBakteriBakteri menjadi penyebab utama radang kelenjar susu atau mastitis. Setidaknya ada beberapa jenis bakteri yakni Staphylococcus aureus, Agalactiae, Streptococcus, dan Escherichia coli yang berperan menyebabkan radang ini. Karena bakteri inilah maka faktor kebersihan menjadi sangat penting diperhatikan. Bunda perlu menjaga kebersihan semaksimal mungkin, terutama di bagian mulut bayi dan puting dengan cara membersihkannya secara teratur selama masa yang luka atau pecah-pecahJika kondisi puting atau kulit payudara terluka, bakteri bisa masuk ke saluran susu yang terbuka. Hal ini diperburuk dengan terperangkapnya aliran susu yang tidak lancar sehingga memicu peradangan bahkan aliran ASI tersumbat atau tidak lancar, koloni bakteri bisa berkembang di saluran kelenjar susu. Maka, penting sekali untuk selalu mengosongkan payudara agar tidak ada bagian yang tersumbat serta membuat bakteri berkumpul dan menyebabkan imunitas tubuhMeski jarang terjadi, ternyata mastitis juga bisa terjadi pada perempuan yang tidak sedang menyusui. Radang kelenjar susu atau mastitis non-laktasi ini biasanya disebabkan oleh lemahnya sistem kekebalan itu risiko tersebut juga bisa dialami oleh perempuan yang menderita diabetes atau pernah mengalami lumpektomi dengan treatment radiasi. Untuk mengetahui apakah seseorang yang tidak menyusui mengalami mastitis, biasanya dokter akan melakukan diagnosis dan pengetesan dengan alat seperti MRI, mammogram, biopsi, atau breast ultrasound. Beberapa gejala mastitis umumnya terjadi pada salah satu payudara. Berikut ini beberapa gejala yang ditimbulkan akibat radang kelenjar susuDemam hingga 38 derajat Celsius atau lebihBengkak dan nyeri di salah satu bagian payudaraPayudara terasa tegang dan memerahPayudara terasa hangat dan panas saat disentuhSensasi nyeri dan terbakar saat proses perlekatan dengan si KecilPuting pecah-pecah bahkan terlukaSeluruh tubuh terasa sakit atau ngiluBayi enggan menghisap ASI rasa ASI menjadi asin karena kadar Natrium meningkat.Adanya garis-garis merah di kulit mengarah ke bagian dibiarkan dalam waktu lama, kondisi radang kelenjar susu bisa jadi semakin parah. Bunda perlu waspada jika muncul beberapa gejala berikut iniInfeksi di kedua bagian payudaraMunculnya cairan, darah, atau nanah pada ASIAdanya benjolan baruPerubahan tekstur, bentuk, dan kemerahan di payudaraMuncul absesRasa sakit yang berlebihan sampai membuat aktivitas tergangguSi kecil menolak menyusu karena perubahan rasa ASIGejala yang tetap parah setelah pengobatan dengan antibiotik atau pengobatan mandiri di rumah dalam kurun waktu 24 saja faktor yang dapat meningkatkan risiko radang kelenjar susu? Berikut ini sejumlah faktor yang berisiko menyebabkan radang kelenjar susu atau mastitisBunda kurang istirahat atau terlalu lelahKesalahan perlekatan saat proses menyusui yang memicu munculnya luka di bagian puting si kecil tidak menghisap seluruh areola, tetapi hanya di ujung puting saja.Hanya menyusui di salah satu sisiTidak mengosongkan payudara dengan benar yang menimbulkan payudara menyusui atau memompa ASI yang tidak kesulitan menyusu, misalnya pada bayi yang mengalami tongue tie kondisi pada mulut bayi yang hanya bisa mengisap di bagian puting dan kurang maksimal memperoleh ASI.Bunda malnutrisi, jarang mendapat asupan gizi yang sehat dan berimbangMemiliki riwayat mastitis sebelumnyaLemahnya sistem imunitas/kekebalan tubuh misalnya, akibat menderita diabetesMerokokStresDaya tahan tubuh yang lemahPemakaian bra yang ketat dan terlalu menekan payudaraMemakai implan payudarabolehkah menyusui saat mengalami radang kelenjar susu? Mungkin Bunda penasaran, apakah proses menyusui bisa dilanjutkan atau haruskah si kecil disapih dini karena terganggu dengan adanya mastitis? Nah, jawabannya adalah Anda tidak perlu berhenti menyusui Bunda tetap bisa memberikan ASI eksklusif demi perkembangan otak si kecil. Pasalnya, ASI tetap bisa dikonsumsi dengan aman meskipun ia merasakan perubahan lainnya, Bunda bisa memakai pompa ASI atau secara manual untuk mengosongkan payudara. Setidaknya ASI diperah setiap 3-4 seluruh ASI hingga benar-benar kosong di kedua sisi payudara sangat penting dilakukan agar bakteri di dalam tidak semakin menyebar ke area lainnya. Jangan sampai ASI tidak lancar sehingga menyebabkan infeksi semakin Bunda merasa kesulitan untuk menyusui si kecil dalam kondisi mastitis, cobalah untuk menghubungi konsultan laktasi untuk membantu memahami teknik perlekatan yang tepat. Pastikan juga untuk mengonsumsi air putih dan beristirahat dengan cukup untuk mempercepat pemulihan. cara mengobati radang kelenjar susu Radang yang serius akibat terlambat ditangani bisa memicu munculnya abses atau penumpukan nanah. Hal ini tentu membutuhkan campur tangan dokter untuk menyembuhkannya. Dokter akan membantu mengeluarkan nanah dan mengobati radang dengan obat-obatan seperti antibiotik maupun pereda nyeri. Sementara bagi Bunda yang mengalami gejala ringan mastitis, pengobatan dan perawatan mandiri di rumah bisa diterapkan sebagai berikut1. Menyusui si kecil meskipun terasa sakitPayudara yang bengkak akibat ASI yang menumpuk perlu dikeluarkan sepenuhnya. Malah, jika Bunda berhenti menyusui justru akan memperparah kondisi bahwa sebenarnya menyusui si kecil di bagian payudara yang sakit akan tetap aman. Mastitis akan mereda seiring keluarnya ASI dan saluran kelenjar susu kembali lancar. 2. Perbanyak minum dan makan makanan bergiziBunda juga perlu menjaga daya tahan tubuh tetap kuat saat menyusui. Tubuh yang kuat meminimalkan rasa sakit dan mempercepat tubuh kembali pulih. Pastikan untuk rutin mengonsumsi air putih dan makanan sehat bergizi seimbang sesuai saran dokter atau ahli Buat jadwal rutin menyusuiMenyusui secara teratur membantu si kecil tetap kenyang sekaligus mempercepat siklus pengosongan dan pemberian ASI. Sebaiknya lakukan setiap 2 jam sekali untuk menyusui si kecil secara teratur. Jika penyusuan tertunda, dampaknya bisa menyebabkan penyumbatan ASI dan kembali berisiko terkena mastitis. 4. Konsultasi dengan dokter dan ahli laktasiSaat tubuh terasa nyeri dan demam, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter terkait obat pereda nyeri yang aman dikonsumsi oleh ibu menyusui. Bunda bisa mengonsumsi obat-obatan setelah mendapatkan rekomendasi dosis yang tepat sesuai diagnosis dokter. Selain itu Bunda juga bisa bertanya pada bidan atau ahli laktasi untuk membantu seputar ilmu menyusui. Dengan bantuan mereka, Bunda bisa menerapkan teknik perlekatan dan posisi menyusui lebih baik agar mastitis bisa segera Rutin mengosongkan ASI dengan pompa atau cara manualTerkadang, bayi berhenti minum ASI padahal payudara masih berisi. Solusinya, Anda bisa memerah ASI secara manual dengan tangan atau alat manual atau dengan pompa ASI elektrik yang lebih Kompres payudara dengan air dingin atau air hangatKompres sekitar 15 menit jika payudara terasa sakit. Bunda bisa memilih memakai air dingin atau air hangat sesuai kenyamanan. Mengompres memiliki dua manfaat. Pertama membantu meredakan bengkak dan nyeri sementara. Kedua, membantu memperlancar pengeluaran Memijat Payudara sebelum menyusuiLakukan pemijatan secara lembut di bagian benjolan di payudara. Hal ini bertujuan membantu melancarkan aliran ASI. Jangan lupa, lakukan pemijatan ke arah puting selama beberapa menit sebelum Menjaga Kebersihan Agar terhindar dari bakteri, pastikan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui. Bagian puting juga dibersihkan dengan kapas dan air hangat hindari memakai sabun di bagian puting sebelum menyusui. Selain itu, segera ganti bra yang basah dengan bra bersih, kering, dan tidak terlalu ketat. Bantalan bra breast pad juga sebaiknya diganti jika sudah terlalu Hindari memakai krim putingSebagian perempuan mengoleskan krim di bagian puting untuk mencegah lecet. Namun, pemakaian krim yang tidak tepat dan cenderung berlebihan justru akan memicu berkembangnya bakteri. Bunda perlu menghindari pemakaian krim di bagian puting agar tidak memperburuk Bunda sudah tahu bahwa pengosongan ASI sangat penting untuk mempercepat kesembuhan dan menghindari radang kelenjar susu. Nah, untuk proses pengeluaran ASI yang lebih mudah, tidak menyakitkan, nyaman, dan efektif, Bunda bisa mengandalkan Medela Swing Breast Pump. Pompa ASI elektrik ini dilengkapi dengan 2 Phase Expression technology yang mempersingkat waktu memerah ASI dan cocok dipakai setiap hari. Proses pengosongan payudara pun lebih optimal karena ritme pompa yang lembut, efisien, dan dirancang menyerupai perilaku bayi. Alat ini ditujukan bagi Anda yang mengalami masalah menyusui langsung, termasuk luka di puting, mastitis, hingga masalah pada perlekatan. Si kecil pun bisa tetap bisa mendapatkan ASI kunjungi website Mothercare untuk mendapatkan Medela Swing Breast Pump ya, Bun!5 rekomendasi perlengkapan tidur bayi yang berkualitas dan bikin nyenyakby mothercare-id-idSetiap orang tua pasti tahu betapa pentingnya tidur untuk tumbuh kembang bayi. Selain agar tubuh bisa beristirahat setelah beraktivitas sepanjang hari, tidur juga bisa mendukung perkembangan otak bayi. Maka dari itu, penting sekali untuk memastikan bayi mendapatkan tidur yang cukup, teratur dan saja, menidurkan bayi dan memastikan ia tetap tidur sepanjang malam bukanlah hal yang mudah. Tak jarang orang tua kesulitan memenuhi jam tidur bayi sekitar 16-20 jam per hari karena bayi yang susah tidur atau kerap rewel di malam hari. Apakah Ayah dan Bunda salah satunya? Kondisi bayi susah tidur memang umum terjadi setidaknya di beberapa minggu pertama setelah kelahiran. Jika Ayah dan Bunda merasa harus selalu “berjuang” menidurkan Si Kecil, tenang, ada beberapa perlengkapan yang bisa membantu membuat waktu tidurnya jadi lebih nyenyak dan nyaman. Yuk, cek rekomendasi perlengkapan tidur bayi dari Modern Parent berikut ini! Semuanya tersedia di toko dan website Mothercare, mewarnai anak edisi aneka buah-buahan, gratis dan edukatif!by mothercare-id-idMewarnai menjadi salah satu aktivitas yang digemari anak-anak. Pasalnya, mewarnai merupakan aktivitas yang bermanfaat bagi perkembangan saraf dan motorik anak. Nah, Ayah dan Bunda mengunduh, mencetak dan memberikan Si Kecil buku mewarnai edisi aneka buah-buahan dari Modern Parent. Selain mewarnai, Si Kecil juga bisa memperkaya kosakata dengan mempelajari jenis-jenis buah, lho!5 langkah pertolongan pertama mengobati luka pada anakby mothercare-id-idJatuh saat berlari-larian, main sepeda atau tersandung pasti sudah pernah terjadi pada setiap anak. Saat masa-masa balita, Si Kecil memang sedang berada di usia yang sangat aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ia banyak mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, sehingga risiko terluka atau cedera akan sulit saat seperti ini, ada baiknya Ayah dan Bunda membekali diri mengenai cara yang tepat dalam menangani dan mengobati luka anak. Penanganan yang tepat sangat penting dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan, menghindari infeksi dan meminimalkan bekas penanganan luka yang tergolong ringan, Ayah dan Bunda bisa mengikuti langkah-langkah berikut agar luka Si Kecil cepat sembuh3 trik liburan happy dan bebas drama bareng si kecilby mothercare-id-idLiburan menjadi salah satu momen yang dinantikan untuk rileks dan bersenang-senang sejenak. Tapi, bagaimana jika liburan dengan anak-anak? Apakah tetap bisa rileks juga? Liburan bersama Si Kecil memang membutuhkan persiapan dan perhatian yang ekstra. Ayah dan Bunda perlu membawa perlengkapan traveling tambahan, seperti stroller, dan memastikan kebutuhan Si Kecil selalu terpenuhi selama liburan. Tapi tak usah khawatir! Dengan mengikut tips berikut ini, Ayah dan Bunda tetap bisa kok liburan bersama Si Kecil dengan tenang dan menyenangkanrekomendasi pompa ASI manual terbaikby mothercare-id-idPompa ASI manual adalah alat untuk memerah ASI yang dioperasikan dengan tangan. Alat ini biasanya terdiri dari corong yang ditempatkan pada payudara dan pompa tangan yang digunakan untuk memerah ASI manual sering digunakan oleh ibu menyusui untuk meningkatkan pasokan ASI atau untuk memerah ASI ketika mereka tidak dapat menyusui langsung bayi mereka. Pompa ASI manual juga cukup mudah digunakan dan dapat dibawa ke mana saja, sehingga sangat cocok untuk ibu menyusui yang sering menyimpan ASI dan menghangatkannyaby mothercare-id-idKetika Bunda sedang menyusui bayi dengan ASI eksklusif dan akan kembali bekerja, mungkin Bunda sedang mempertimbangkan untuk memompa ASI. Namun, saat menyiapkan persediaan ASI perah, sangat penting untuk mengetahui cara menyimpan ASI dengan benar. Teknik penyimpanan dan persiapan ASI yang tepat dapat memastikan keamanan dan kualitas ASI perah tetap beberapa pedoman umum untuk menyimpan ASI perah pada suhu yang berbeda. Namun, ada juga beberapa faktor yang dapat memengaruhi berapa lama ASI dapat disimpan dengan aman, seperti volume susu, suhu ruangan saat ASI diperah, fluktuasi suhu dalam lemari es atau freezer, serta kebersihan memperhatikan faktor-faktor tersebut dan mengikuti pedoman penyimpanan ASI perah yang benar, Bunda dapat memastikan bahwa ASI yang disimpan tetap aman dan berkualitas tinggi sehingga bayi dapat terus mendapatkan manfaat gizi yang optimal dari adalah cara menyimpan ASI perah yang baik Squad, sewaktu masih kecil, kamu pasti minum air susu ibu, kan? Ada yang masih ingat rasanya? Hahahaha pasti sudah nggak ingat ya, kan sudah lama sekali. Tahukah kamu, air susu ibu itu banyak manfaatnya, lho! Yuk, kita mengenal air susu ibu yang sudah ada sejak kita masih kecil! Air Susu Laktasi Air Susu Ibu Sumber Shutter Stock Tahukah kamu, kelangsungan bayi yang baru lahir bergantung pada persediaan susu dari ibu. Produksi air susu laktasi berasal dari sepasang kelenjar susu ibu. Sebelum kehamilan, payudara hanya terdiri dari jaringan adiposa jaringan lemak serta suatu sistem berupa kelenjar susu dan saluran-saluran kelenjar duktus kelenjar yang belum berkembang. Tahukah kamu, pada masa kehamilan, pertumbuhan awal kelenjar susu dirancang oleh mammotropin. Mammotropin merupakan hormon yang dihasilkan dari hipofisis ibu dan plasenta janin. Selain mammotropin, ada juga sejumlah besar estrogen dan progesteron yang dikeluarkan oleh plasenta, hingga sistem saluran kelenjar payudara tumbuh dan bercabang. Secara bersamaan kelenjar payudara dan jaringan lemak disekitarnya juga bertambah besar. Baca Juga Organ-Organ Sistem Ekskresi pada Manusia Meskipun estrogen dan progesteron penting untuk perkembangan fisik kelenjar payudara selama kehamilan, pengaruh khusus dari kedua hormon ini adalah untuk mencegah sekresi dari air susu. Selain kedua hormon di atas, ada juga yang disebut dengan hormon prolaktin. Hormon prolaktin memiliki hormon yang berlawanan, yaitu meningkatkan sekresi air susu. Hormon ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis ibu. Konsentrasi hormon tersebut meningkat dari minggu kelima kehamilan sampai kelahiran bayi. Selain itu, plasenta juga mensekresikan sejumlah besar somatomamotropin korion manusia, yang juga memiliki sifat laktogenik ringan, sehingga menyokong prolaktin dari hipofisis ibu. Manfaat Air Susu Ibu Air susu ibu ASI merupakan makanan tunggal yang mampu memenuhi kebutuhan bayi untuk tumbuh selama enam bulan pertama kehidupannya. Memberi ASI pada bayi mendatangkan berbagai keuntungan, baik bagi ibu maupun bayi. Kira-kira, keuntungan apa saja ya, yang didapat baik oleh ibu dan bayinya? Kuy, simak! Keuntungan Pemberian ASI bagi Bayi Keuntungan umum untuk bayi adalah pemenuhan kebutuhan gizi. ASI mengandung komponen sangat spesifik yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan bayi. Selain itu, ASI juga mengandung antibodi yang memberikan perlindungan alami bagi bayi baru lahir. Selain itu, ASI juga dapat meningkatkan IQ anak. Zat dalam ASI yang penting untuk perkembangan otak adalah DHA Docosa Hexanoic Acid dan AA Arachidonic Acid. ASI selain mengandung zat-zat tersebut, juga dilengkapi dengan enzim lipase. Keuntungan lainnya adalah terbentuknya ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayinya. Kedekatan antara anak dengan ibu waktu mendapat ASI membuat anak merasa aman dan disayang, sehingga berpengaruh dalam perkembangan emosi anak. Wah, untung dulu pas kecil kita ikutan minum ASI, ya! Keuntungan Pemberian ASI bagi Ibu Menyusui bagi ibu yang baru melahirkan memberi manfaat yang sama besar seperti yang diperoleh bayinya. Menyusui memudahkan ibu yang baru melahirkan untuk mengurangi berat badan yang bertambah pada saat melahirkan. Nggak hanya itu, menyusui juga merangsang uterus berkontraksi untuk kembali pada bentuk semula. Squad, setelah membaca artikel ini, yuk berterimakasih kepada Ibu untuk semua yang sudah diberikan selama ini, termasuk untuk ASI ibu. Tanpa ASI ibu, kayaknya kita nggak akan bisa berkembang seperti ini, ya! Selain berterima kasih kepada ibu, jangan lupa untuk tetap semangat belajar, ya! Yuk, belajar bersama ruanguji! Ada soal-soal yang pastinya menantang banget dan bisa membantu kamu belajar pastinya. Download sekarang, yuk! Apa yang harus saya lakukan jika air susu keluar dari payudara? Hal pertama yang dapat Anda lakukan jika terdapat cairan keluar dari payudara Anda saat Anda sedang tidak hamil adalah tidak lagi merangsang payudara Anda dalam bentuk apapun. Jangan lagi menyentuh atau meremas puting Anda, jangam melakukan rangsangan seksual pada payudara Anda, dan hindari memakai pakaian ketat. Anda sebaiknya juga mengubah pola makan Anda menjadi lebih sehat dan melakukan olahraga teratur. Jika Anda sudah melakukan hal seperti di atas, namun galaktorea yang Anda alami tak kunjung berhenti, mungkin hal ini disebabkan oleh alasan lain, seperti penggunaan obat atau penyakit lain. Sebaiknya segera periksakan ke dokter Anda untuk mengetahui penyebabnya dan mendapat penanganan dari dokter. Jika galaktorea disebabkan oleh efek samping obat, mungkin dokter akan melakukan perubahan pada pengobatan Anda. Jika galaktorea terjadi karena penyakit, dokter akan meresepkan Anda obat. Kapan sebaiknya saya periksakan ke dokter? Galaktorea yang terjadi akibat rangsangan pada puting yang berlebihan saat aktivitas seksual mungkin tidak berbahaya. Meskipun galaktorea mungkin tidak berbahaya, tetapi dapat berbahaya jika terus-menerus terjadi atau mungkin merupakan tanda dari penyakit lain yang lebih berbahaya. Untuk itu, sebaiknya segera periksakan ke dokter Anda jika galaktorea terus mengganggu Anda dan Anda merasa ini bukan sesuatu yang normal terjadi pada Anda. Beberapa hal tidak normal yang dapat terjadi dan harus segera mendapat penanganan dari dokter adalah jika

pengeluaran susu dari kelenjar susu menyusui tts